Rambutnya panjang. Boleh ya? Bokepindo Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Selalu ingat Ipet, kalau aku sendirian.”“Ipet?”“Pacarku.”“Oh. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.Tiba-tiba Diana mencium pipiku.“Terima kasih, Mas Ray.”“Untuk apa?”“Karena telah mau menemani Diana.”Aku hanya diam. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Tubuhnya indah. Aku arahkan mulutku ke lehernya, ke pundaknya, lalu turun ke buah dadanya yang indah, besar, montok, kencang, dengan puting yang memerah. Rumah saya di dekat situ juga.”“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Dan usahaku ini berjalan dengan mulus.




















