Bayang Ireng tertawa melihat mangsanya yang gelagapan, seolah berusaha merangkak pergi. Bokepindo Dengan cepat si laki-laki menyerbu ke arah si perempuan—sambil menjatuhkan kerisnya juga.Si laki-laki menerkam si perempuan sehingga mereka berdua pun bergulat di tanah. Ujungnya berbentuk tumpul dan kini menyentuh-nyentuh cawat penutup kemaluannya. Sambil dia mulai menggarap bagian baru: bokong Sekar yang berada di atas bayangannya, dia gerayangi juga. Kalau begitu sana Kangmas menikah dengan Bapak, jangan denganku.”
Calon suaminya tak menggubris. Dan terasa sesuatu menyelip di bibir kemaluannya… mulai menggoda itilnya.Itu bukan sentuhan yang baru bagi Sekar. Mereka berdua telah jatuh dalam cengkeraman Bayang Ireng, menjadi istri-istrinya, sundal-sundalnya. Dia mencabut keris dan menangkis serangan si pendekar perempuan. Mulutnya sesak diisi lingga raksasa Bayang Ireng.“HUNGGGHHH!!” Bayang Ireng menggerung keras dan seram.




















