Dadanya mbak Dewi besar juga. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Bokepindo Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. Kami benar-benar canggung pagi itu. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.Aku tak menyia-nyiakannya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. “Aku keluar wan”Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku memang menyembunyikannya. Ia menggelinjang. “Gimana kuliahmu?”“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. Aku baru pertama kali melakukannya. Lalu kami pergi belanja. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya.




















