Cintya kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu. Cintya perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali. Bokepindo gue mempercepat gerakan penis gue.. setelah selesai dari kamar mandi Cintya pamit pulang. Gue ngobrol dan becanda-becanda ma Dian,
“eh, temen Dian yang namanya Cintya tadi manis juga ya?” ,”kenapa mas? cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher,susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Cintya yang masih
tertutup celana dalam. “Cintya di kamar aja yuk! naksir ya?” dasar si Dian ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos
“Dian punya nomer telponnya ga? sms pun berlanjut terus.




















