Pervcity: Dua Cewek, Satu Lubang, Mulus Dan Liar

“Mbak gak paham den..” Wajahnya tetap bingung. Bokepindox ,,,,,,,,,,,,,,,,,, Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. “Hhhh…” Aku menghela nafas berat. “Iya temenin saya di ranjang, saya lagi kepengen gituan dengan perempuan sekarang..”Jawabku, aku tau mukaku memerah. Dia mungkin rugi telah mengucap kata2 yg tadi memancing kenekatanku. “Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik. Nafasku memburu, yg keluar dari mulutku hanyalah desahan penuh nafsu angkara murka. Kedua pahanya mengejang kaku,kepalanya hingga terbaring dipermukaan meja sambil terus merintih tiada henti. Hujamanku makin leluasa serta dalam menjajah vaginanya yg terkuak lebar. Hari-hari selanjutnya berjalan normal, kami hanya berjumpa di akhir pekan, tidak ada bahasan lagi soal peristiwa itu. Aku yg tengah berjalan menuju kamar terhenti, hari ini pikiranku telah tidak terkontrol lagi, kalimat itu semacam bakal meledak keluar dari mulutku.

Pervcity: Dua Cewek, Satu Lubang, Mulus Dan Liar

Related videos