Dia adalah temannya Anita.“Boleh deh, mumpung hari ini kita gak ada kelas.” jawab Nita, lalu ia menatapku, “Bram, kamu ke kantin sedirian gakpapa kan? Suara pagar terbuka.“Eh cah ayu (anak cantik), monggo (silahkan) masuk mbak.” Mbok Darmi tergopoh membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk.“Assalamualaikum, Mbok.” sambil menyalim tangannya.“Waalaikumsalam…” jawabnya sambil tersenyum.Mbok Darmi adalah ART keluarga Bram, dan beliau sudah bekerja di rumah Bram semenjak kami masih kecil.“Cah ayu mau si Mbok buatin minum apa?” tanya si Mbok menawarkan minuman.“Gak usah repot-repot, Mbok, makasih. Bokep Colmek Biasanya ada Pak Mamat atau Bi Iroh yang nemenin kamu.” ujarnya menerangkan kekhawatirannya.“Sudah, percaya deh sama aku. Aku hanya bisa meringis sambil mengikuti langkahnya.Aku sangat yakin kalau saat ini pasti ada puluhan mata yang tertuju ke arahku. “Arrrrgghhhhhhh….”Dengan gerakan reflek super cepat, aku langsung menutupi Bram junior.“Nit tutup




















