Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Bokep Korea Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Hujan tidak juga berhenti. Dadaku bergemuruh kencang hingga sulit untuk menelan ludah. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. Memang sih, secara fisik, Tia memang jauh di atas Evi, tapi mengapa perasaanku cenderung memilih Evi? Ntar dicari mama lho, besok lagi aja yah.” Jawabku, karena sudah malam.Sebenernya pingin juga sih, nonton berdua dengannya. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan tanpa balasan.



