Aku termenung sejenak memikirkan cara apa lagi kubuat untuk mengajak Tutik ceritakan kisahnya.Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Bokepindox Tutik yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian, sekali-sekali Tutik menebarkan senyum yang menggoda.Panjang lebar cerita hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik café menyhiapkan barang-barangnya untuk tutup. Sebelum pergi Tutik mendekatiku sambil mengatakan “bang Tutik mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya.Tutik langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. Tutik menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar.




















