Para pembantuku tak curiga atas tindakan kita itu. Bokepindo Kemudian ia sarankan aku untuk menagmbil seorang driver, untuk mengantarku. Dengan minta duit sekitar 10 juta dari tabunganku aku, minta dia keluar. yang perempuan bernama mak Ijah dan pak bidin. Alangkah kurang ajarnya driverku itu, bisik hatiku. Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Hendarto dan kadang aku nyetir sendiri.Suatu saat aku pulang kantor dan mau kerumah, aku tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang lelaki paro baya. Iapun terkejut, tetapi aku berusaha mengatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak. Supaya Mas Hendarto tak curiga pada orang yang ku tabrak itu, maka aku setuju saja jika ia jadi driverku.




















