Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno. Si Rio mengambil posisi di tengah. Bokepindox Sentot menunduk tak berani sama sekali melihat wajahku. Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya. Sejuk lebih tepatnya.“Dua ribu mas parkirnya sekalian…” ujar tukang parkir.Kuulurkan uang dua ribuan.Tempat pemandian itu sangat sederhana, hanya tembok segi empat dengan lubang berbentuk kotak sebagai pintu yang ditutup tirai seadanya. Ini pasti lebih dari 40 derajat selsius, mungkin 50 atau 60 derajat. Aku coba membiasakan diri dengan ini. SATU. Pendegaranku tadi juga sayup sayup dan sekarang benar benar jelas. Antara malu dan tak mengerti yang terjadi.bersambung Kuraih sarung yang menutupi auratnya itu. monggo mas” keramahan khas jawa tengah.Konon kata peribahasa, lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Akupun dapat info bahwa aku disebut-sebut




















