Malam semakin larut. Bokep indo Gila. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok.




















