Panggil saja kakak biar akrab.”
“Iya Om, eh.. Bokepindo “Alex mau dong.” Pintaku sambil menatap sekali lagi wajah pangeranku yang tampan itu. “Alex, mau pulang yah? Nanti dia malah mencomooh dan menghinaku. Saat itu umurku masih 19 tahun, dengan tinggi badan yang proporsional dan berat badan yang cukup ideal. “Alex Om.” Kubalas jabatan tangannya. “Ah.. oohh! Akupun jatuh terjengkang ke belakang_duk_raketku terlempar dan selanjutnya mungkin aku terkapar. Tak kusangka, seseorang mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Tidak kusangka sama sekali, ternyata pria itu adalah pria yang kulihat tadi siang di trainer wall yang ada di klub. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay, andaikan betul, beruntung benar










