Miranda mulaii membelaii-belaii organ iintiim swaminya, darii bawah ke atas dan kembalii lagii, dan membuatnya tegang sempurna. Bokep Beberapa waktu lalu, Miranda sempat memberiikan serviis ‘mandi kuciing’, dan Miranda baru menemukan bahwa Putra punya point sensiitiif di sana. “He, Loren, kamu jangan baygiin macem-macem ya. Besok-besok kalo aqu datang, seperti gini lagii ya.”Nabila dgn cepat mengambiil seliimut dan meliiliitkannya di sekeliiliing badan, lalu berdirii mengantar Kriis yg beranjak ke piintu ruangan. Giimana Putra, kamu biisa kan?” Putra tersenyum.“Biisa,” jawabnya pendek.“Kapan, Pak Enriico?”“Dua harii lagii saya pulang ke sana. Toh Miranda sudah tahu salah satu kelemahannya. Lu masiih suka bokong lu dientot kan?” tanya Kriis seraya terengah.“IIyah… Terus! Putra meraiih wajah Miranda. Sebetulnya dia kesal, tetapi Kriis memang benar.




















