Sejak “peristiwa Syeni” itu, aku jadi makin menikmati pekerjaanku. Bokep Mama engga apa-apa”
“Syukurlah”
“Engga apa-apa kok” kataku masih terus meremasi, mustinya sudah berhenti. Pasien bervariasi umur dan status sosialnya. Ah, jangan ge-er kamu. Aku memberi kode dengan mengedipkan mata, lalu masuk ke ruang periksa, menunggu. Dan . Please . Entah dia merasakan getaran jari-jariku atau engga.“Dibuka aja ya Dok” katanya tiba2 sambil tangannya langsung ke punggung membuka kaitan Bhnya tanpa menunggu persetujuanku. Tampaknya, belum seorang bayipun menyentuhnya. Aku sudah terangsang. Kata-kataku meluncur begitu saja tak terkontrol. Silakan duluan”
“Baiklah, kita duluan ya”
Aku amati mereka berdua keluar, sampai hilang di kegelapan. “Indah .” Lagi-lagi aku lepas kontrol
“Ah . Gimana tidak. Nanti saya kasih obat” walaupun dada dan perutnya sudah tertutup, bentuk badan yang tertutup kaos ketat itu tetap sedap dipandang.




















