Kupeluk pundak Chie dan menggandengnya, merasakan tubuh itu menggigil di lenganku.Saat itu aku sangat ingin memarahi Jay. Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Link Bokep Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Setan, umpatku dalam hati. Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Kulepaskan kerah bajunya. Aku merasa bingung, terlalu banyak rahasia yang masih tidak kupahami selama dua bulan ini. “Dasar! Chie, sederhana di balik gemerlap kehidupannya. “Yang tadi itu,” kata Chie.“Chie, bagiku keperawanan itu sama saja bagi semua orang. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Demi Tuhan. “Aku ingin bercinta denganmu, Ray.”
“Jangan, Chie!”
Kupegangi kedua pundaknya, menjauhkan kepalanya.




















