Kamar di rumah kakek memang hanya dua, berhadap-hadapan, walau kamar kakek sedikit lebih besar.Akhirnya, aku lalui hari-hari bersama kakekdan mbak Darsih dengan penuh suka cita. Bokep Tante Selain untuk menengokku, ibu juga memberi uang sekedarnya untuk kakek. Apalagikalau baru saja terpejam, mungkin butuh satu ember air, baru aku bisa bangun.Sampai akhirnya, saat aku di akhir kelas enam SD, ayah meminta ibu untuk pindah mengikutinya. Mbak Darsih yang dulunya tinggal di desa sebelah, setelah menikah dengan kakek, sepakat untuk tinggal bersama kami. Kini aku sudah naik ke kelas 2 SMP. Aku anak pertama dari duabersaudara, selisih usiaku dengan adikku kurang lebih sekitar tiga tahun. Dan di luar dugaan, mbak Darsih menerimanya, padahal selisih usia merekasekitar 30 tahun. Sedangkan kakek dan mbak Darsih tetap di kamar depan, bersama anak-anaknya yang masihkecil. Kami tak punya rumah




















