“oouhh…ouuhh…shhh”, aku merintih dan mencoba menggigit bibir agar rintihanku tak terdengar nyaring. Bokeb Kurasakan tubuhku melayang ringan, menuju awan putih yang selembut kapas. Cukup lama mereka mabuk pada orgasme masing-masing sampai akhirnya meninggalkan tubuhku. Gerakannya tak kalah ganas dan tubuhnya segera bermandikan peluh menyatu dengan keringatku. Tubuhku terus berguncang-guncang, dan kembali rangsangan nikmat menggelora di sekitar area selangkanganku. Lalu kilatan-kilatan cahaya bergantian menerangi kamar itu, ruangan yang asing bukan kamar Randy anakku, ternyata kilatan cahaya itu bersumber dari kamera yang tengah dipegang seorang lelaki lain yang aku segera mengenalinya sebagai pelaku pertama perkosaan atas diriku. Randy dengan kepala masih menunduk, hanya mengacungkan tangannya menunjukan kartu memori tanda ia berhasil mengamankan foto-foto tak senonoh itu. Dan kami melakukannya lagi di tempat tidur menjelang istirahat malam.




















